Peneliti burung Migran Heri Tarmizi sedang memberikan materi kepada masyarakat Peulanggahan mengenai burung migrasi. Foto: AJNN/Imamatunnisa Farha.    
BANDA ACEH – Hilangnya habitat, perburuan hingga polusi air, mengakibatkan populasi burung migrasi terancam.

Untuk diketahui burung migrasi merupakan, burung yang datang ke suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu setiap tahun dari tempat berbiak menuju lokasi mencari makan,  dikarenakan perubahan iklim.

Peneliti burung migrasi, Heri Tarmizi mengatakan, Indonesia termasuk Aceh merupakan salah satu daerah dimana burung pantai dan air bermigrasi.

"Aceh melalui pesisir pantai timur dan barat itu sudah ada 32 jenis burung, terdiri burung pantai dan air. Salah satunya yang paling  menarik spesies paruh sendok yang tersisa 500 san," katanya Sabtu, 20 Mei 2023.

Hal tersebut dikatakannya, usai mengisi kegiatan Sosialisasi Word Migratory Bird Day "Bahaya Mikroplastik di Pesisir Pantai Bagi Penduduk dan Burung Migran" di Meunasah Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh.

Heri menyayangkan, habitat dari burung migrasi kini mulai berkurang salah satunya di daerah Lampulo, dimana habitat burung migran yang telah diubah menjadi bangunan gudang.

"Di Lampulo kita temukan ada perubahan, ternyata hari ini habitat burung migrasi disana yang biasanya menjadi tempat makan populasi hewan tersebut berubah menjadi bangunan," ujar Heri.

Tak hanya itu, burung Migrasi juga sering dilakukan perburuan dengan memasang net untuk menangkapnya sehingga populasi berkurang.
"Contohnya burung berkik yang datang setahun sekali sering di pasang jaring pada musim imigrasi, sehingga mengancam populasinya," sebut Heri.

Kata Heri, perburuan tersebut terjadi karena burung berkik sering dikonsumsi oleh masyarakat.

Kemudian ancaman burung Migrasi lainnya ialah terkontaminasi pakan dengan mikroplastik, sehingga terganggunya pencernaan dan penundaan hasil ovulasi yang mengakibatkan reproduksi berkurang.

“Efek gangguan fisik yang diakibatkan limbah plastic, seperti burung yang terjerat dan cedera,” imbuh Heri.